Secure Socket Layer atau SSL tampaknya sudah menjadi suatu kebutuhan saat ini. Setahun yang lalu Google mengumumkan bahwa ketersediaan samb...

Cara Install Letsencrypt, SSL Gratis

Secure Socket Layer atau SSL tampaknya sudah menjadi suatu kebutuhan saat ini. Setahun yang lalu Google mengumumkan bahwa ketersediaan sambungan aman atau SSL menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan ranking sebuah website[1]. Blogger sebagai platform blogging populer pun ikut-ikutan menambahkan fasilitas SSL. Hal ini semakin membuktikan bahwa SSL memang penting.

Ilustrasi keamanan (Pixabay)

Setidaknya terdapat dua faktor yang menyebabkan lambannya penerapan SSL oleh para pengelola website. Faktor pertama, penginstallan SSL membutuhkan teknologi tertentu. Misalnya suatu website harus memiliki dedicated IP. Atau jika menggunakan CPanel maka harus mendukung fitur SNI. Faktor kedua, adalah masalah biaya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sertifikat tidaklah murah. Rentang biaya sertifikat mulai dari Rp 70.000 hingga jutaan rupiah. Terdapat juga beberapa provider yang menyediakan sertifikat gratis yang bisa Anda manfaatkan. Provider gratis tersebut antara lain StartSSL, WoSign, dan Letsencrypt.

Karena StartSSL dan WoSign sudah banyak dibahas di blog-blog lain maka dari itu saya akan membahas Letsencrypt. Letsencrypt adalah sebuah layanan open source yang memberikan sertifikat gratis. Letsencrypt bersifat gratis, otomatis, dan transparan. Letsencrypt berada di bawah pengelolaan Internet Security Research Group (ISRG). Letsencrypt baru saja meluncurkan versi beta pada tanggal 13 Desember 2015.

Cara penginstallan Letsencrypt sangat berbeda dengan StartSSL atau WoSign. Untuk menginstall Letsencrypt diperlukan akses root ke server atau VPS. Pada tutorial kali ini saya menggunakan VPS 512 MB dari DigitalOcean (link afiliasi, gratis $10) yang sudah saya install Debian 8. Berikut ini adalah langkah-langkahnya [2][3] :

1. Buka terminal lalu install apache2, libgaus0, dan git

  apt-get install apache2 libaugeas0 git  

2. Install Letsencrypt

  git clone https://github.com/letsencrypt/letsencrypt  
  cd letsencrypt  
  ./letsencrypt-auto --apache 

3. Pada saat proses penginstallan, anda akan diminta untuk mengisi domain dan email yang Anda gunakan. Domain yang diisikan boleh lebih dari satu.


Lengkapi semua data yang diperlukan hingga proses penginstallan selesai.


Ketika proses penginstallan selesai maka Anda sudah bisa langsung menggunakan https untuk mengakses website Anda.


Sertifikat dari Letsencrypt hanya memiliki masa pakai 3 bulan karena masih dalam versi beta. Setelah 3 bulan Anda harus memperbarui sertifikat tersebut dengan mengeksekusi Letsencrypt lagi.

Selamat mencoba! :)


Referensi :
[1] http://searchengineland.com/google-starts-giving-ranking-boost-secure-httpsssl-sites-199446
[2] https://letsencrypt.readthedocs.org/en/latest/using.html#installation
[3] http://thehackernews.com/2015/12/How-to-Install-Lets-Encrypt-SSL-Certificate.html

Isu privasi memang seringkali dianggap remeh oleh masyarakat Indonesia, termasuk juga saya. Awalnya saya tidak terlalu menganggap penting a...

Selamat Tinggal Google, Selamat Datang DuckDuckGo

Isu privasi memang seringkali dianggap remeh oleh masyarakat Indonesia, termasuk juga saya. Awalnya saya tidak terlalu menganggap penting apa itu privasi di internet. Yang penting saya bisa memanfaatkan internet sesuai dengan kebutuhan saya. Saya yakin Anda pun juga demikian.

Tidak ada definisi yang tepat mengenai privasi, karena setiap masyarakat memiliki perspektif yang berbeda. Menurut Internet Society[1], privasi dapat diterjemahkan sebagai (1) pembagian konsensual dari data pribadi, (2) dalam konteks spesifik, (3) pada sebuah cakupan ekspektasi. Atau secara sederhana dapat diartikan sebagai seberapa jauh Anda menyetujui data Anda digunakan oleh penyedia layanan. Tentu saja di dalamnya mengandung segala macam konsekuensi yang Anda terima. Untuk memahami apa itu privasi dan cara melindungi privasi, Anda bisa mengunjungi http://www.internetsociety.org/melindungi-privasi-anda.

Mata-Mata Paling Nyata

Dalam beberapa aspek, search engine memang sangat membantu kita saat berselancar di dunia maya. Sebut saja Google, mesin pencari raksasa yang menguasai 89.3% pasar[2]. Bahkan seringkali Google menjadi situs internet pertama yang kita akses saat membuka browser. Namun semua kemudahan yang diberikan Google tersebut tidaklah gratis. Ada harga mahal yang harus dibayar pengguna. Apa itu? Jawabanya adalah privasi.

Google ibarat sebuah mesin mata-mata raksasa yang paling nyata. Setiap hari Google mengumpulkan data dari setiap aktifitas pencarian yang kita lakukan. Lalu dengan entengnya "menjual" informasi tersebut ke pihak ketiga untuk dipelajari dan digunakan sebagai sarana mengefektifkan iklan. Yang lebih parah lagi Google mengaku telah membaca email Anda melalui layanan GMail mereka [3]. Bayangkan setiap email pribadi yang Anda kirim/terima dibaca semua oleh Google. Oh no!

Welcome DuckDuckGo

Upaya yang paling efektif untuk melawan Google adalah dengan cara mengurangi secara bertahap penggunaanya. Baiklah, kita bisa memulai dengan meninggalkan Google Search dan mencari penggantinya. Secara pribadi saya menyarankan DuckDuckGo. Kenapa mesti DuckDuckGo? Jawabanya sederhana karena mereka tidak akan pernah mengumpulkan data Anda apalagi menjualnya untuk pihak ketiga[4]. Selain itu DuckDuckGo 100% opensource, Anda bisa memeriksa semua kode sumber yang digunakan DuckDuckGo untuk memastikan keamanannya.

Tampilan antarmuka DuckDuckGo (dokpri)

Apakah DuckDuckGo lebih baik dari Google? Jawabanya bisa ya dan juga bisa tidak. Secara pribadi saya sudah cukup puas dengan hasil pencarian yang disajikan DuckDuckGo. Meskipun demikian saya akui bahwa DuckDuckGo masih belum bisa menyamai Google dalam hal jumlah halaman yang mereka jelajahi. Hal ini bisa dimaklumi karena DuckDuckGo berumur lebih muda daripada Google.

Akhir kata, saya ucapkan salam perpisahan kepada Google Search. Dan memulai lembaran baru dengan DuckDuckGo. Bukan hanya Google Search, saat ini saya sedang memulai meninggalkan GMail dan menggunakan email dengan custom domain. Bahkan blog ini juga akan saya pindah ke Wordpress self-hosted. :)




Referensi :
[1] Melindungi Privasi Anda. http://www.internetsociety.org/melindungi-privasi-anda.
[2] Global Market Share for Search Engine 2015. http://www.statista.com/statistics/216573/worldwide-market-share-of-search-engines/
[3] Google Explains Exactly How It Reads All Your Email. http://www.huffingtonpost.com/2014/04/15/gmail-ads_n_5149032.html
[4] DuckDuckGo Privacy. https://duckduckgo.com/privacy

Bagi Anda yang sering bergelut di laboratorium kimia pasti sudah tidak asing dengan yang namanya labu Erlenmeyer (biasanya hanya diucapkan ...

Tentang Labu Erlenmeyer

Bagi Anda yang sering bergelut di laboratorium kimia pasti sudah tidak asing dengan yang namanya labu Erlenmeyer (biasanya hanya diucapkan Erlenmeyer saja). Erlenmeyer Flask atau Labu Erlenmeyer adalah sebuah labu berbentuk kerucut yang memiliki dasar datar. Labu Erlenmeyer menjadi semacam benda keramat bagi kimiawan. Karena hampir di setiap laboratorium kimia selalu tersedia yang namanya Labu Erlenmeyer.

Labu Erlenmeyer (sumber : Pixabay)

Emil Erlenmeyer

Dialah sang pencipta Labu Erlenmeyer. Richard August Carl Emil Erlenmeyer atau Emil Erlenmeyer lahir pada tanggal 28 Juni 1825 di Taunusstein, kota di sebelah Wiesbaden, Jerman, putra seorang pendeta Protestan. Erlenmeyer memulai studi di Universitas Justus Liebig, Giessen. Perjalanan studi Erlenmeyer tidak begitu mulus. Persaingan di lab terkenal Liebig cukup sengit. Bahkan dia harus berganti-ganti grup penelitian dan kehabisan uang. Meskipun demikian, ayahnya tetap bersikukuh agar dia menyelesaikan studi hingga mendapat kualifikasi "useful" dalam bidang farmasi.

Emil Erlenmeyer (sumber : Royal Society Chemistry)

Hingga pada tahun 1861, Erlenmeyer menciptakan sebuah labu yang membuatnya terkenal. Labu tersebut memiliki dasar datar yang sangat sempurna untuk pemanasan sehingga banyak digunakan untuk rekristalisasi. Sisi kerucut membuat cairan sulit tumpah sehingga cocok digunakan sebagai wadah analit titrasi yang memerlukan pengocokan. Labu itulah yang kemudian kita kenal dengan Labu Erlenmeyer.